Bagian 18 Salah mengerti



       Hari berlalu terasa sangat cepat, hampir seminggu kusibukkan diri di depan layar monitor komputer. Novelku sudah ku kerjakan 70%. Selama hampir seminggu ku mengasingkan diri di kamar. Handphone juga tidak ku aktifkan selama semingggu ini. Aku memang ingin focus menyelesaikan novelku. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 04.00 sore. Hari ini hari sabtu, pasti Randy sudah menyelesaikan pekerjaannya dibengkel. aku bergegas mengambil handphoneku yang sejak siang tadi aku charge, sudah seminggu hanphoneku tidak ku pakai. Kulihat batrei sudah pull. Kemudian aku mengaktikan HP ku. 
Beberapa sms masuk, kulihat hanya sms dari operator yang mengirimkan promosi program. Aku tidak tertarik akkhirnya ku hapus. Sebenarnya ku juga berharap ada sms dari Nana, tapi ternyata juga tidak ada. Memang aku sudah tidak berarti lagi buat Nana jadi untuk apa juga Nana mengirim sms kepadaku.

       Sseperti rencanaku tadi. Aku mau mengirim sms ke Randy untuk kejelasan acara besuk minggu. Waktu dirumah pak tarno bilang bersedia ngantar aku untuk membelli DVD di kota sekalian mau jalan-jalan dan cerita banyak ke Randing mengenai hubunnganku sama Nana. Karena memang aku ingin cerita di saat dan tempat yang pas.
Ku mengirim sms ke Randy          
“Rend, bagaimana. Besuk bisa nggak ngantar aku ke kota?” tak berapa lam Randy menjawab.
“oh, tentu bias lah. Sekalian, aku juga mau membeli ikat pinggang”
“okelah kalo begitu, tapi buat apa beli ikat pinggang?kayak anak sekolahan saja” balasku
“he’em. Soalnya celanaku sudah kendor. Usaha dietku nampaknya menuai hasil.
“wah, mantap dong. Tidak sia-sia dong fitness nya.heheehe?”
“iyalah. Oke, besuk aku tunggu ya?”
“oke..”
Ku letaakkan HP ku di tempat tidur. Ku mematikkan komputer. Ku mau keluar sebentar untuk menghirup udara sore yang segar. Aku mau menyapu halaman dan memotong daun mangga yang sedikit ambruk ke jalan. Setelah selesai semuanya, seperti biasa ku mandi dan menulis lagi. Kalau waktu makan dan sholat kutinggalkan dulu kegiatanku menulis. Sampai tak terasa jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Wktunya kuberistirahat. Besuk bisa dilanjutkan lagi da sorenya mau ke kota sama Randy.
       Hari minggunya setelah aku menulis sebentar aku melihat tivi bersama Bapak dan ibu sambil ngobrol-ngobrol. Sekalian aku minta ijin sama Bapak dan Ibu kalu nanti sore mau ke kota sama Raandy.
Waktu berjalan begitu cepat, aku bersiap siap untuk keluar. Ku panaskan motorku terlebih dulu, sudah seminggu motorku tidak ku pakai. Setelah semua siap, aku menuju ke rumah Randy. Kkulihat Randy sudah menungguku di halaman rumahnya. Tak perlu berlama-lama aku tancap gas menuju ke kota yang kurang lebih hanya 30 memnit dari kampungku. Aku mengendarai motor pelan-pelan sambil bercerita sama Randy tentang hubunganku dengan Nana. Randy menaggapi dan member masukan dan saran kepadaku. Randy tidak percaya kalau hubunganku sama Nana sudah tidak baik. Bahkan Randy tidak percaya kalau Nana menolak cinta Dicky. Karena menuruut Randy aku sama Nana sangat serasi dan cocok, bisa saling menguatkan satu sama lain. Randy menyarankan agar aku menemui Nana dan mendengar langsung jika memang Nana tidak mencintaiku. Karena Randy merasa janggal dengan apa yang terjadi. Apa yang dilihat Randy selama ini antara aku dan Nana berbeda dengan apa yang terjadi saat ini. Akupun juga menjalaskan ke Randy kalau kenyataanya seperti itu dan waktu itu Nana sendiri yang ingin menjawab melalui telpon, katanya mau dipikirkan dulu.
       Tak terasa kami sudah memasuki kota, mall yang kami tuju sudah kelihatan. Ku memarkirkan motorku di lantai bawah mall, lebih aman. Kami jalan-jalan dulu sebelum mencari apa yang kita perlukan. Sambil jalan, kami masih tetap ngobrol. Banyak hal yang kami bahas, seakan tak akan ada habisnya  hal yangn kita bahas. Kami menuju tempat yang menjual DVD. Aku emncari film yang aku cari. Aku mencari film Hollywood yang sudah diputar di bioskop beberpa tahun lalu. Waktu itu aku belum sempat liat di bioskop, hanya tahu dari berita kalau film itu ditilak di beberapa Negara karena dinilai  memberi citra kuranng baik terhadap pihak tertentu. Judulnya The davincy code. Kebetulan film ini diambil dari sebuah novel dengan judul yang sama. Aku sudah baca bukunya, dan penasaran pengen lihat filmnya. Setelah aku menemukan DVD yang aku cari, aku segera keluar dan mencari keperluan Randy yaitu ikat pingganng.
       Kamipun menjelajahi toko-toko yang menjual ikat pinggang. Randy sangat detil sekali memilih ikat pinggang yang mau dibeli. Kalau kurang sreg tidak akan dibeli. Akhirnya Randy menemukan juga ikat pinggang yang sesuai dengan keinginannya. Kami melanjutkan dengan jalan-jalan lagi, siapa tahu dapat ide baru buat crita novelku. Aku mengajak Randy untuk melihat sebentar di studio 21, ingin melihat film apa yang sedang di putar.
Seperti biasa keadaan studio di hari minggu, sangat rame sekali. Tanpa sengaja pandanganku terhenti pada sosok wanita yang aku kenal. Wanita itu berada diantara banyak orang yang ingin menonton film. Jantungku mulai berdebar. Yang membuatku lebih kaget lagi wanita itu ditemani seorang laki-laki muda. Jantungku seakan berhenti, rasa cemburu yang besar menyinggahiku. Hatiku merasa sakit. Ku tak mau melihatnya lebih lama, aku ingin segera pulang. Randy melihat tatapanku tertuju pada satu titik, Randy juga ingin tahu apa yang sedang kulihat. Randypun melihat Nana bersama seorang laki-laki. Randy berniat menghampiri Nana, baru dua langkah lagsung aku tarik kembali. Tiba-tiba Nana melihat kami berdua. Nana menatapku dari jauh dan mencoba menghampiriku. Namun ku segera melangkah menjauhnya. Karena kondisi yang rame, Nana tidak mampu mengejarku.
       Dalam perjalanan pulang aku dan Randy terdiam tanpa sepatah kata. Wajahku memerah, hatiku sakit. Randy tidak berani memberi komentar atas kejadian tadi. Aku tahu Randy juga sanngat marah melihat apa yang terjadi. Randy bermaksud menghampiri Nana, karena Randy ingin menngetahui alasannya kenapa Nana bias sejahat itu memperlakukan Dicky sahabatnya.
       Aku merasakan sakit yang teramat dalam. Sepanjang perjalanan bayangan Nana dengan laki-laki itu tidak bisa lepas dari pikiranku. Dalam hatiku berkat, “ternyata ini alasannya Nana”, rasa sakit ini benar-benar terasa. Aku tidak menyangka Nana bisa melakukan ini kepadaku.
       Sementara Nana bersama Ardi sepupunya masih melanjutkan nonton film. Karena Nana sudah beli tiketnya. Namun sepanjang film diputar. Pikiran Nana hanya tertuju pada Dicky. Padahal Nana belum sempat berbicara sedetikpun kepada Dicky. Sebenarnya setibanya dari kampong neneknya kemarin malam. Nana pagi ini berencana ketempatnya Dicky untuk menjelaskan semua yang terjadi waktu itu. Nana belum tahu rumah Dicky, namun Nana sudah tahu alamat Dicky dan meminta kepada temen SMA Nana yang rumahnya dekat dengan kampong Dicky. Namun rencana pagi tadi gagal karena di minta Bapaknya untuk menemani Ardy mencari kebutuhan dan kelengkapan besuk mau tes wawancara kerja sekaligus member tahu tempatnya besuk, jadi besuk Ardy tidak terlambat untuk tes wawancara kerja.
       Rencana tes wawancara kerja pun mendadak, jadi harus menggagalkan rencana Nana sebelumnya. Pagi tadi Ardy membeli Koran dan membaca iklan lowongan kerja dan meminta besuk langsung datang untuk interviuw. Padahal Ardy dari kampung tidak membawa sepatu. Rencana mau membeli sepatu disini sekalian. Karena Ardy belum tahu tempat-tempat dikota maka Nana disuruh Bapaknya untuk mengantar Ardy membeli sepatu dan memberitau tempat wawancara besuk. Dan setelah membeli sepatu di mall, Ardy malah ngajak nonton film. Karena film yang diputar juga bagus maka Nana setuju untuk liat film dulu.
       Nana terus berfikir dan merencanakan apa yang harus dilakukan untuk menjelaskan semuanya kepada Dicky. Nana mengirim SMS ke Dicky.
“Dick, aku pengen ketemu kamu untuk menjelaskan semuanya.”
Nana menunggu balasan SMS dari Dicky, namun Dicky tidak membalansya. Untuk dating ketempat Dicky juga bellum bias. Karena besuk sudah harus bekerja. Apalagi habis ijin cuti satu minggu. Jadi harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. bisa ketemu Dicky satu minggu lagi. Nana berusaha untuk sabar dan berfikir, Nana juga tahu kalau DIcky baru sibuk menyelesaikan Novelnya, jadi agak susah kalau diajak ketemuan di luar. Dicky pasti sangat marah kepadaku. 
Maafkan aku dick, bukan niatku untuk menempatkanmu dalam keadaan seperti ini. Semongga seminggu kedepan kamu bisa segera menyelesaikan novelmu dan kamu bisa memaafkan aku. Karena aku juga mencintaimu. Janngan berfikir aku tidak mencintaimu. Jangan berfikir aku ingin menyakitimu. Sebenarnya aku terluka dan sedih ketika engkau menjauhiku. Pikiran Nana juga selalu memikirkan Dicky. Namun Nana orang yang cerdas dan kuat tidak mudah rapuh. Dan satu, Nana selalu berpikir positif dalamsetiap kejadian yang dialaminya.
       Sesapainya dirumah, Dicky masuk kamar sambil merebahkan badannya. Perih dihatinya tak bisa dtutupinya lagi. Ini lbih mnyakitkan ketika aku melihat Nana bersama laki-laki lain. Selama ini ku belum pernah mencintai gadis seperti aku mencintai Nana dan Sakit ini juga tersakit yang pernah kurasa. Ku membuka kembali sebuaah catatan yang diberikan Nana sebulan yang lalu tentang cinta yang dia berikan kepadaku sebagai motivasi jika merasa sakit karena cinta.
CATATAN PEMBANGUN JIWA
jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
 ALLOH memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.
Tetapi mengapa ALLOH hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena ALLOH telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ... 
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kta masih tidak dapat melupakannya.
 Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. 
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut. 
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalahmencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. 
Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kita terasa bisa duri mawar itu menusuk jari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kitia harus membiarkannya pergi. 
Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati, sehingga kita kehilangannya.Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. 
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati. 
Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU. 
Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinanapa yang kita benci tersimpan kebaikan didalamnya. Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa. 
Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
 Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyaiperasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing. Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki. Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatuobjek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. 
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati danmeniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadigambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya. 
Kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya. Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalahanugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya. 
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintaiitulah yang sukar diperoleh. Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir
Namun Cinta yang sebenarnya itu ketika kita berhasil memiliki seseorang dan tanpa harus saling menyakiti. Cinta yg hanya karena dan untuk ALLOH...”
       Ku membaca catatan itu berkali kali, sampai akhirnya hatiku merasa lebih tenang. Aku ingat ketika Nana memberikaan catatan itu kepadaku sebulan lalu. Ternyata catatan itu sangat bermanfaat sekali untuk menenangkan jiwaku. Kekuatan kata-kata dalam catatan itu sungguh besar. Entah kenapa justru kata-kata yang seperti obat ini bisa untuk meredam rasa sakit yang disebabkan karenamu juga na? apa maksudnya sebulan yang lalu engkau memberikan catatan ini kepadaku. Memang ini bukan tulisanmu, karena engkau sangat menyukai catatn ini lantas engkau memberikanya kepadaku.

0 Response to "Bagian 18 Salah mengerti "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel