Bagian 24 Simphhony kehidupan
Sebulan berlalu, proses pembuatan film
dari novelku sudah selesai. Menunggu proses berikutnya di Jakarta. Aku menunggu
peluncurannya sambil mengerjakan tugasku sebagai suami dan menulis novel yang
baru. Penerbit menghubungiku dan memberitahukan jumlah buku yang sudah terjual
sampai saat ini. Mereka juga akn memberikan hasil royalty dari novelku.
Alhamdulillah dari hasil menulisku, akhirnya aku mampu membeli sebuah rumah
untuk aku tinggali bersama istriku tercinta Nana. walau tidak terlalu besar,
namun rumah ini sudah lebih dari cukup buatku. Aku ingin membangun sebuah
kehidupan yang harmonis dan saling membahagiakan diantara kami. Aku tidak ingin
menyakiti istriku walau hanya sedikit.
Kami bersepakat untuk saling terbuka,
saling percaya dan untuk selalu berkomunikasi. Kami membangun keluarga kami
dengan pondasi islam. Kami akan selalu mengerjakan sesuai sunah Rosululloh.
Kami berkeyakinan rumah tangga kita akan harmonis dan bahagia bila berada di
garis yang benar.
Rumah kami dilengkapi dengan sebuah
mushola yang kami gunakan beribadah. Saat dirumah kami melakukan sholat
berjamaah kemudian dilanjut berdoa dan berdiskusi bila ada hal-hal yang harus
diselesaikan. Kami berdua berusaha untuk mensholehkan diri kami masing-masing.
Bila ada masalah, kami tidak ingin saling menyalahkan satu sama lain.
Alhamdulillah kami bisa melaluinya secara damai. Walau ada maslah-masalah kecil
tapi kita bisa menyelesaikannya dengan manis.
Entah kenapa, rasa cintaku kepada istriku
sangat dalam. Tak kuijinkan diri ini melukai perasaan istriku. Istriku masih
bekerja diperusahaannya, karena istriku sudah merasa nyaman dengan
pekerjaannya. Dan memberi kebebasan kepada istriku untuk memilih untuk bekerja
atau menjadi ibu rumah tangga saja dirumah. Karena istriku tidak bisa hanya
diam saja di rumah maka istriku memilih untuk tetap bekerja.
Aku menghabiskan banyak waktuku dirumah.
Selain menulis aku juga berternak ikan dibelakang rumah. Aku sangat menikmati
pekerjaanku yang satu ini. Terkadang aku juga sering mengerjakan pekerjaan
rumah. Aku merasa kasihan kepada istriku yang seharian bekerja di kantor dan
pulang sore. Kadang istriku pulang membawa makanan yang dibelinya di jalan. Aku
merasa bahagia dengan semua ini.
Meskippun begitu masih saja ada omongan –
omongan yang tidak enak dari tetangga. memang hanya beberpa saja, namun
kata-katanya sering menyakitkan. Terkadang menyudutkanku sebagai suami dan tak
jarang pula yang menyudutjkan istriku. Pernah aku mendengar sendri dari
tetangga waktu aku membeli sayuran di depan rumah. Karena aku setiap hari di
rumah, maka untuk membeli sayuran aku yang melakukan. Mereka menyalahkan
istriku sebagai wanita tidak pernah belanja dan membiarkan suaminya yang
belanja dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Mereka juga bilang apa aku sebagai
suami tidak takut kalau istrik di luar sana di goda laki-laki dan akhirnya
berselingkuh. “Naudzubillahimindzalik” batinku
berkata.
Meskipun begitu aku tetap percaya kepada
istriku sepenuhnya. Aku tidak mau suara-suara yang tidak bertanggung jaawab
merusak hubunganku dengan istriku. Aku athu istiku adalah istri yang sholikah.
Tidak berani melakukan hal yang melanggar agama. Bila ada permaslahan dan
gossip-gosip diluar, kami membahasnya setelah sholat berjamaah. Sebenarnya
dalam hatiku tidak rela bila istriku di beritakan hal-hal yang tidak baik.
Akhirnya film dari novelku diluncurkan.
Aku di undang ke Jakarta bersama istriku. Kami memanfaatkan sekalian untuk
berlibur dan berbulan madu di Jakarta. Nana minta ijin 2 hari hari kamis dan
jumat Jadi kami di Jakarta 4 hari sampai minggu. setelah itu kami pulang dan
melanjutkan kehidupan kami seperti biasanya. Dari film aku juga mendapatkan
royalty. Aku menabungnya dan untuk usaha sendiri di rumah. Karena aku
menghabiskan banyak waktu dirumah.
Perkawinankku sudah berjalan 3 bulan.
Alhamdulillah istriku hamil. Kami berdua sangat bahagia dan sangat tidak sabar
menantikan kehadiran bayi kami. Kami menyiapkan semua kebutuhan untuk bayiku
nanti. Aku sangat menginginka bayi laki-laki begitu juga dengan istriku. Namun
bila Alloh bertkehendak lain, kamipun akan menerimanya denagn senang hati
karena ini hanyalah sebuah titipan. Istriku masih bekerja seperti biasa.
Sebenarnya aku sudang meminta istriku untuk berhenti saja. Namun istriku tetap
ingin bekerja. Akupun mengijinkan istriku untuk bekerja, hanya saja aku
mengantar dan menjemput istriku. Akuk menjalaninya denngan senang hati. Aku
akan bahagia bila istriku juga bahagia. kami berusaha untuk saling
membahagiakan. Aku harus lebih bersabar da mengalah. Yang terpenting istriku
bahagia maka disanalah kebahagiaanku tercipta. Aku berharap kebahagiaan ini
senantiasa hadir dalam kehidupanku.
**************
Hidup memang sering kali berjalan tidak
sesuai yang kita inginkan. Bahkan dalam meraih satu kesuksesan kita harus
mengalami banyak kegagalan yang menyakitkan. Namun satu kesuksesan mampu
menghapus kesakitan yang telah dialami. Memang sebagai manusia biasa, kita
harus menjalani hidup ini dan harus menerimanya dan berusaha semaksimal
mungkin.
Sebenarnya kebahagiaan kita ditentukan
oleh kita saendiri. Janganlah menuntut orang lain untuk membuat kita bahagia.
akan lebih baik lagi bila kebahagiaan kita saat kita telah membahagiakan orang
lain. Maka niscaya di dunia ini akan diliputi kebahagiaan karena penghuninya
saling membahagiakan.
Symphony kehidupan ini akn terasa indah
bila kita menyusunanya menjadi sebuah simphoni yang indah. Bahkan symphony
kehidupan yang indah tersusun dari nada-nada kehidupoan yang beraneka. Dan kadang sakit, sehat, senang, susah,
derita dan bahagia namun bila kita rangkai menjadi sebuah simphoni kehidupan
yang utuh, maka akan menjadi indah.
Sekarang aku mengerti bagaimana
seharusnya kita hidup. Pahit ini, sakit ini akan tidak terasa bila kita tahu
dan sadar jikalau lah semua ini hanya bagian hidup yang haru kita jalani. Kita
harus selalu menysukuri atas semua yang telah terjadi. Kehidupan di dunia ini
hanyalah sementara. Namun yang sementara ini sebagai penentu apak kita akan
bahagia seterusnya di surge aatau malah sengsara selamnya di neraka. Jadi
sebagai manusia kita harus senantiasa berjuang dalam kehidupan ini. Saat
mendapat kebahagiaan janganlah terlalu terlena dengan kesenagan itu dn bila
sedang mendapat kesusuhan janganlah terlalu tenggelam dalam kesedihan. Karena
semuanya haya semntara saja/ begitulah kehidupan di dunia ini
Bila kita mendapati kebahagiaan nikmtilah
secara wajar dan bila kita mendapati kesusahan maka raasakan kesedihan itu
semampunya saja. Kita harus menyadari bahwa semua ini adalah bagian dari sebuah
symphony kehidupan yang memang beragam dan bila kita mampu merasakan dan
menggabungkanya maka semua akan menjadi sebuah symphony yang indah. Cerita
hidupku sudahlah sangat mewakili dari sebuah symphony kehidupan. Terapat suka,
sedih, duka,lara da bahagia dan bila digabungkan ke dalam sebuah symphony maka
akan menjadi indah. Banyak kisah lain yang serupa dan hampir dialami semua
orang. Bila kita mau berfikir dan menyadarinya. Karena di dunia ini semuanya
sementara dan sesaat saja. Tidak ada seorang pun yang mengalami kebahagian
seumur hidupnya dan kesedihan seumur hidupnya. Seringkali manusia tidak mau
mengakuinya.
Kelak di akherat kehidupan yang dirasa
bahagia di dunia akan sirna dan terlupakan hanya sekejap bila kita dimasukkankan
neraka. Dan sebaliknya kesedihan yang dialami di dunia akan sirna begitu saja
bila kita masuk surga. Untuk segala ketidakpastian dan kesemuan dunia ini
janganlah ditanggapi secara berlebihan karena tidak akan ada artinya kelak bila
di akherat.
Setiap manusia mempunya jalan cerita yang
berbeda-beda, namun yang pasti akan selalu datang sakit, pedih, kecew,terluka,
senang, bahagia dalam setiap perjalanan hidup kita. Kita harus selalu
senantiasa menyadari kalau hidup ini sudah digariskan, kita hanya berdoa dan
berusaha. Kita bisa mengontrol kebahagiaan kita bila kita mau menerima semua
yang terjadi ini sbagai bagian dari hidup yang kita tempuh, apaun yang terjadi
kita harus mampu mensyukurunya. Karena disulah letak kedamaian hati kita yang
kemudian akan memancarkan kebahagiaan.
Dunia dan segala permasalahan yang ada
hanyalah ujian dan cobaan dari Alloh maka kita harus tetap menghadapinya dengan
pikiran positif. Jangan putus asa, semua yang kita lalui semua ini akan menjadi
satu bagian cerita indah kelak bila kita bisa tetap dalam keimanan dan tidak
putus asa.
Kita harus menyakini bahwa kita di dunya
hanya sementara saja jadi bila ada suka itu sementara, bila ada duka itu juga
semntara.maka untuk sesuatu yang sementara kita tak perlu risau dan berlebihan
dalam menyikapinya.
Dalam hidup ini sebenarnya kebahagiaan
dan keseadihan kita sendirilah yang menciptakan. Sebuah kesedihan muncul karena
penerimaan kita terhadap yang menimpa kita dengan rasa kecewa dan tidak bisa
menerima apa yang terjadi. Memang untuk menerima kesedihan tidak semudah saat
kita menerima kesenangan. Namun kita harus sadari kalau kehidupan ini
diibaratkan seperti roda, yang selalu berputar. Kadang diatas kadang
dibawah.itulah dunia. Di dunia selalu ada pasangannya ada suka, ada sedih, ada
duka ada juga lara. Begitulah kehidupan di dunia. Jadi bila kita sedang
mendapati suka, pasti akan juga mendapati duka.
Namun berbeda di akherat. Hanya ada satu
yang pasti kekal abadi selama-lamanya. Bila suka maka suka pula selamanya dan
bila duka maka akan duka selamnya. Itulah bedanya. Dunia dan akherat. Semoga
menjadi manusia yang selalu memahami symphony kehidupan dunia sehingga
menjalani hidup di dunia dengan damai dengan selalu berorientasi kepada
akherat. Karena akhir dari segalanya adalah di akherat dan dunia bukanlah akhir
dari segalanya.
0 Response to "Bagian 24 Simphhony kehidupan"
Post a Comment