Bagian 8 Getar-getar Cinta


       Setelah tiba dirumah jam delapan. Kulihat Bapak dan Ibu sedang menonton TV. Kak Handy tidak kelihatan. Pasti baru keluar, pikirku. ''Biasanya jam segini Dia kumpul sama temannya untuk latihan musik di studio milik temannya". Ku bergegas menuju ke kamar mandi. Terasa kusut sekali tubuhku. Segar sekali rasanya ketika air kusiramkan keseluruh tubuhku. Meski dingin tapi air mampu menyegarkan seluruh tubuhku. Badankupun terasa nyaman sekali. Karena aku pulang sedikit malam, jadi aku makan malam sendiri. Keluargaku sudah makan malam semuanya.

       Aku langsung menuju kamar seusai makan malam. Kusetel radio pelan sambil baca buku. Telepon genggamku berdering. Buru-buru aku ambil handphonku. Rupanya ada sms masuk. Setelah kubuka di kotak masuk. Ternyata Usy sms aku. Yang isinya.
“Dik, besuk nonton film bisa nggak?”
Sejenak aku berfikir. Aku harus menjawab apa. Aku tidak enak kalau menolak ajakan Usy. Tapi aku juga tidak nyaman kalau nonton film dengan wanita apalagi cuman berdua. Segera kubalas smsnya.
“Wah barusan aku baru pulang dari nonton film bersama Randy. Maaf ya, mungkin lain kali saja?”
Handphonnku kembali berdering tanda sms masuk.
“Ya sudah nggak apa-apa”
       Aku heran kenapa setelah ketemu waktu itu Usy jadi sering menghubungiku. Sebenarnya nggak apa-apa juga. Kemarin dia malah menitip salam untukku lewat Randy. Kata Randy waktu itu Usy datang kebengkelnya untuk sekedar mengganti oli. Usy juga menanyakan banyak hal tentang aku. Bahkan Randy menyimpulkan kalau Usy suka padaku. Randy tidak tahu kalau sebenarnya waktu masih duduk di kelas enam SD Usy pernah mengirim surat ke aku untuk menyatakan kalau dia mencintaiku. Karena waktu itu sangat aku rahasiakan dan yang tahu hanya Aku, Noordin Usy dan Titin. Saat Randy mengatakan kalau sebenarnya Usy suka padaku. Aku tak mempercayainya, apalagi waktu dia mengirim surat ketika kita masih SD. Mana mungkin anak SD sudah tahu tentang cinta, paling hanya main-mainan saja.
       Segera kulupakan tentang Usy dan smsnya. Tak terlintas sedikitpun keinginanku untuk bisa mencintainya dan menjadi pacarnya. Aku hanya ingin hubungan pertemanan saja dengan Usy. Kini bayangan Nana hadir dalam khayalku. Seandaianya saja Nana menjadi istriku kelak pasti hidupku akan bahagia. Membayangkan wajahnya saja hatiku terasa bahagia. Jantungku berdetak begitu cepat ketika aku bersama Nana. Ini kedua kalinya aku merasakan seperti ini bila bersama wanita. Getar-getar Cinta begitu terasa dan merasuk kedalam sanubariku. Pertama kali kurasakan ketika aku bersama Ita. Namun kali ini lebih dasyat getaranya. Rasanya aku ingin selalu bersama Nana dan memilikinya seutuhnya. Aku akan selalu menjaganya. Tak kuijinkan orang lain menyakitinya.
“Sebesar itukah rasa cintaku kepada Nana.” Tanyaku dalam hati. “Baru sebentar aku kenal Nana. Namun mengapa getar-getar cinta itu begitu nyata terasa. Benar-benar wanita yang luar biasa. Tidak hanya cantik parasnya. Namun tutur bahasa dalam setiap kata yang terucap mengalun begitu enak didengar. Keanggunan dan kesopananya menambah aura kecantikanya” anganku terbang menuju bintang dilangit.
       Aku ingat kalau tadi aku sempat menyimpan nomor handphonya. Tak sabar hati ini rasanya untuk menyapanya. Walau hanya lewat sms.
“Asslmkm, Sudah pulang belum Na? Filmnya bagus ya?Kapan kita bisa nonton bareng?Eh besuk kamu sudah masuk kerja ya? Pasti jadwalmu padat ya?” kulihat layar sms sudah penuh. Aku masih ragu untuk mengirimkan sms ke Nana. Namun keinginn itu semakin kuat hingga memaksa jari tanganku untuk segera mengirim sms. Sms sudah terkirim. Aku deg-degan sekali menunggu balasan sms dari Nana.”Mau membalas nggak ya Dia”tanyaku dalam hati. Nggak mungkin Nana tidak membalas Sms. Dia kan tidak mau mengecewakan orang lain. Ternyata pendapatku benar. Sms dari nana masuk. Lalu segera kubuka.
“Waslmkm, waduh pertanyaanya banyak banget. Seperti soal ujian saja. Aku sudah pulang kok. Boleh juga ajakanya. Tapi jangan besuk.”
Aku senang sekali. Ternyata Nana memberi lampu hijau kepadaku. Kembali aku mengirim sms. Kemudian kutulis.
“Kapan-kapan juga nggak masalah, nggak ada yang marah kan? Setelah kukirim. Tidak beberapa lama kemudian Nana membalasnya.
“ Siapa juga yang marah. Oke, aku tunggu ya. Terima kasih” jawabnya singkat
       Lega sekali rasanya mendengar Nana mengatakan seperti itu. Aku masih penasaran sekali dengan status Nana. Apakah sudah punya pacar apa belum. Tidak mungkin gadis secantik dan sebaik Nana tidak ada yang menyukainya. Tiba-tiba Aku ingat Nana sempat cerita kalau Rumahnya berada dibelakang terminal kota. Aku jadi ingat sama Dody. Dulu aku pernah kerumahnya yang berada disekitar terminal kota. Mungkin Dody kenal sama Nana.
       Ku lihat sudah jam sembilan malam. Kucoba untuk menelpon Dody siapa tahu Dody tahu banyak tentang Nana. Kudengar teleponku tersambung ke nomor Dody. Lalu suara Dody menyapa.
“Assalamualaikum Dic.”
“Wa’alaikumsalam.” Jawabku
“Nggak biasanya kamu telepon malam-malam, ada kabar apa dic?”
“Iya juga sih. Sebenarnya nggak ada kabar apa-apa. Aku cuman mau tanya.”
“Tanya apaan, kok kayaknya penting banget.”
“Kamu kenal Nana nggak? Katanya Rumahnya dibelakang terminal kota. Rumah kamu kan dekat situ.”
“Oh… Nana, ya jelas aku kenal. Dia kan teman sekolahku. Waktu SMP malah dia sekelas denganku. Tapi waktu SMA Dia sudah beda kelas dengan aku tapi tetap satu sekolahan. Setelah lulus SMA dia melanjutkan kuliah keluar kota. Kadang aku juga masih ketemu dengan dia. Ada apa nih? Kayaknya ada sesuatu deh! Nggak biasanya temenku yang satu ini menanyakan tentang cewek sampai sebegininya. Udah kembali ke jalan yang benar ya?” tanyanya meledek.
“Ah sialan. Jadi bisa dibilang kamu tahu banyak tentang Dia dong?” tanyaku memperjelas.
“Ya begitu deh.”
“Cerita dong tentang dia. Mulai dari sifatnya dan yang lain-lainya?” pintaku kepada Dody. Belum aku selesai mengatakan dia langsung memotongnya.
“Maksudnya lain-lain yaitu mengenai pacarnya?”
“Ya bisa juga” jawabku tidak menyangkal.
“Dia itu orangnya baik, cantik tentunya. Tidak pernah kumelihat dia marah-marah. Apalagi mengucapkan kata-kata kotor. Dia orangnya rajin beribadah, namun belum diberi hidayah untuk memakai jilbab. Meski begitu dia selalu memakai pakaian yang berlengan panjang. Aku yakin suatu saat dia memutuskan untuk memakai jilbab. Mengenai pacar, setahuku sejak SMP sampai SMA dia belum pernah pacaran tapi kalau saat kuliah aku kurang tahu. Kayaknya juga tidak pacaran soalnya belum pernah kumelihat Dia jalan bareng berdua dengan laki-laki. Entah apakah sebabnya aku tidak tahu. Padahal tidak sedikit laki-laki yang menyukainya dan ingin menjadi pacarnya.”
 “Di masyarakat sendiri bagaimana?” tanyaku menyela.
“Di masyarakat Nana cukup dikenal. Setiap acara ulang tahun kemerdekaan dia sering tampil untuk memeriahkan suasana. Biasanya Dia menyumbang lagu untuk acara itu. Dia juga sangat disukai anak-anak. Dia tipe wanita penyayang anak-anak.”
“Wah begitu ya. Aku semakin kagum denganya. Dugaanku memang nggak salah”                                                   
 “Kamu naksir ya sama Dia. Kalau ya aku setuju banget. Kurasa kamu pantas mendapatkan seorang wanita seperti Nana. Memangnya kamu kenal dia dimana?”
“Bisa aja kamu Dod, kemarin aku ketemu dia saat nonton film di bioskop. Tapi sebelumnya aku juga pernah lihat saat tes mencari kerja. Terima kasih ya Dod atas infonya. Sorry lho ganggu waktumu ”
“Oke, sama-sama aku seneng kok bisa ngobrol sama kamu. Sukses ya. Wassalamua’alaikum”
“Waalakumsalam”
       Getar-getar cinta di hatiku tak juga berhenti. Semakin sulit aku menghapus bayanganya di otakku. Malamku penuh khayal bersama Nana. Tak kusia-siakan perasaan yang sedang bergemuruh dihatiku. Kuambil buku dan kucurahkan semua yng kurasakan kedalam bait-bait cinta.

Ungkapan Isi Hatku, untukmu Nana

Kusadari engkau memang gadis Impianku
Jujur Kuakui Aku mengagumi pribadimu
Walaupun engkau juga punya paras yang ayu
Tapi bukan hanya karna itu aku menyanjungmu
Meskipun Nggak munafik juga pasti ada sedikit karna itu

Memang tidak banyak wanita sepertimu
Yang pernah kutemui dalam hidupku
Dengan Kejujuran hatiku
Kuakui semuanya itu

Aku hargai prinsip hidupmu
Malah justru itu yang kusuka darimu
Jangan pernah berubah kamu
Jadilah dirimu, apa adanya seperti itu

Aku tahu, nggak sedikit pasti yang suka padamu
Aku pun sangat menyadari hal itu
Engkaupun pasti mencari yang terbaik bagimu
Karna itu, aku tidak terlalu banyak berharap padamu

Aku yakin engkau pasti sudah menentukan pilihanmu
Semoga itu terbaik bagimu
Janganlah  engkau pernah ragu
Dengan semua yang kau ambil dalam langkahmu

Karna puisi ini ungkapan isi hatiku
Yang kutulis special untukmu
Maka dengan ketulusan hatiku
Ku ucapkan I love U

Sekedar engkau tau
Bahwa aku meanyukaimu
Dengan sepenuh hatiku
Dan semoga terus begitu
Hingga diujung waktu

Jika aku diberi waktu Robbku
Juga kepercayaan Robbku
Untuk memilikimu
Kan kujaga semua itu
Takkan pernah kusia-siakan hal itu

Ku harap bisa membahagiakanmu
Hingga akhir hidupku
Tentu atas ijin Robbku
Kupersembahkan cintaku untukmu,…………Just for U

       Malam semakin larut. Segera kututup bukuku dan kubiarkan di atas meja. Kurebahkan tubuhku dan mencoba memejamkan mata. Hatiku kini lebih tenang. Semua perasaanku sudah kuabadikan kedalam sebuah buku.

0 Response to "Bagian 8 Getar-getar Cinta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel