Bagian 10 Curhat
Sampai
di Rumah pukul sembilan kurang lima
menit. Aku ingin sekali berbagi cerita dengan Randy sekaligus minta
pendapatnya. Setelah Noordin bekerja di Jakarta
dan menikah, tempat curhatku kini adalah Randy. Hanya saja duabulan terakhir
setelah aku lulus dan disibukkan untuk mencari kerja, aku jarang ketemu lagi
dengan Randy. Kami cukup sering berbagi cerita, baik masalah masa depan atau
masalah percintaan. Randy cukup pengalaman dalam hal cinta. Dia sudah pernah
pacaran lima
kali. Kini dia sedang jomblo. Tiga bulan yang lalu dia putus dengan pacarnya
karena Randy sempat melihat dengan mata kepalanya pacarnya jalan dengan
laki-laki lain. Dengan pengkianatan yang dilakukan pacarnya itu, sekarang Randy
menjadi lebih hati-hati dalam membina hubungan. Dia tidak mau gagal lagi.
Apalagi sekarang dia tidak mau main-main. Randy ingin mencari pasangan untuk
dijadikan istrinya.
Aku
pergi kerumah Randy yang tidak begitu jauh dari rumahku dengan berjalan kaki.
Hanya butuh waktu lima
menit. Aku sudah kenal baik dengan semua keluarga Randy. Sesampainya dirumah
Randy aku bertemu dengan Bapak dan Ibunya yang sedang ngobrol di teras. Aku langsung dipersilahkan masuk. Ibunya
bilang kalau Randy sedang nonton TV di kamar. Aku langsung bergegas masuk dan
menuju kamar Randy. Pintu kamarnya masih terbuka. Kulihat Dia sedang nonton TV dengan
serius sambil tiduran. Melihatku datang dia langsung bangun dan menyuruhku
masuk ke kamarnya.
”Ada
apa nich Dick, nggak biasanya kamu datang nggak bilang-bilang dulu?”
“Nggak kenapa-napa sih. pingin aja aku
main kerumahmu.” jawabku santai sambil duduk disebelah Randy.
”Nggak mungkin kalau tidak ada tujuan
kamu datang kesini. Biasanya kan
kamu tidak mau main kesini kalau tidak ada tujuanya? Ucap Randy menyindirku.
“Maksudnya?? Nggak gitu kali. Bukannya
kamu yang nggak mau main ke runah aku? Coba terakir kapan kamu ke rumah aku?
Pasti sudah lupa.”
“Ya udah deh nggak usah dibahas”
”Kamu kan yang mulai duluan”
”Serius, ada apa nih? Selain pengin
ngobrol pasti ada sesuatu yang ingin diceritain ke aku.”
“ Begini, aku pingin minta pendapatmu.
Kamu kan
pakarnya dalam percintaan.(kulihat Randy tersenyum bangga ketika kusebut sebagi
pakar percintaan). Bagaimana ya memulai ceritannya. Kamu tahu kan Nana?
“Nana?? O..itu yang waktu nonton film 2
minggu yang lalu?”
”Betul sekali”
“Kayaknya aku sudah tahu nich apa yang
akan kamu katakan. Pasti kamu jatuh cinta padanya ya? Ucap Randy menebak.
Aku tidak lantas menghiyakan apa yang
Randy katakana.
”Yang jelas sejak pertama melihatnya
saat tes mencari kerja aku sudah terpesona dengannya. Hatiku semakin tak karuan
saat berkenalan denganya. Selanjutnya bayanganya selalu memenuhi pikiranku.
Jujur, aku mengaguminya dan sangat nyaman bila bersamanya. Hampir bisa
kupastikan aku jatuh hati kepadanya. Namun aku masih sedikit ragu dengan
perasaanku itu. Dan masih takut untuk mengungkapkanya. Bagamaina kalau
menurutmu dan apa yang harus aku lakukan?”
“Begitu ya??? Sebenarnya sudah jelas
sekali bila mendengar ceritamu.” Kulihat Randy senyum-senyum membuatku penasaran.
”Jelas bagaimana maksudnya?”
” Jelas kalau kamu jatuh cinta
kepadanya.”
”Kok kamu bisa seyakin itu?”
“Bila aku memperhatikan kamu cerita.
Terlihat aura kebahagiaan ketika kamu menyebut nama Nana. Itu sudah cukup
membuktikan kalau kamu memang jatuh cinta kepadanya. Sebenarnya kamu tidak
perlu takut untuk mengungkapkanya. Kalau menrutku Nana juga mempunyai perasaan
yang sama kepadamu. Waktu itu, aku sempat memperhatikan kalian berdua ngobrol.
Kulihat kalian sangat menikmati pembicaraan. Apalagi kalian sudah jalan bareng.
Itu tandanya Nana memberi kesempatan kepadamu untuk mengenalnya lebih dalam.
Sekarang aku mau tanya. Apa yang membuatmu ragu dengan perasaanmu dan memjadika kamu takut untuk mengungkapkan
perasaanmu?”
”Terus terang aku kurang percaya diri.
Kamu tahu sendirikan Nana adalah gadis yang cantik dan sangat ramah. Dia kan juga bersikap baik
dengan semua orang. Pasti banyak laki-laki yang menyukainya. Aku takut
harapanku terlalu tinggi dan salah mengarrtikan semua kebaikanya”.
“Sebenarnya tidak sepantasnya kamu
tidak percaya diri. Semua orang juga tahu kamu itu ganteng dan senyummu itu
mampu memikat hati wanita. Apalagi perangai kamu yang sabar dan perhatian
dengan semua orang. Kalau selama ini kamu tidak pernah punya pacar. Itu juga
sudah menjadi prinsip hidupmu kan ?
Kamu tidak mau bermain-main dengan yang namanya cinta ksrena sudah menyangkut
perasaan. Bahkan kamu rela memendam perasaanmu hingga orang yang kamu cintai
dimiliki orang lain. Padahal kamu tahu dengan pasti kalu wanita itu juga sangat
mencintai kamu. Aku kasih tahu ya sebenarnya kamu itu adalah pria idaman bagi
setiap wanita. Coba kamu ingat, sudah berapa kali kamu menerima surat cinta yang selalu
kamu menolaknya. Kini giliran dewi cinta datang kepadamu. Jangan buat hatimu
merana. Kamu akan tahu Nana juga cinta sama kamu atau tidak setelah kamu
mengungkapkan dan menanyakan perasaanya kepadamu. Sekarang keputusan ada
ditanganmu. Kamu adalah laki-laki yang sudah dewasa dan sudah saatnya kamu
memikirkan pendamping hidupmu. Jangan kau sia-siakan persaan cinta yang
dianugerahkan Tuhan !”
Aku mendengar kata-kata Randy dengan
perasaan yang mendalam. Aku teringat dengan orang yang aku cintai dulu tapi
dimiliki orang lain. Sungguh sangat sakit sekali saat itu. Apa Iya aku akan
mengulanginya lagi? Betapa bodohnya aku kalau aku sampai mengulangi kesalahan
yang sama untuk kedua kalinya. Hati dan perasaanku terus berkecamuk. Randy
hanya diam ketika melihatku sedang berpikir tentang banyak hal yang pernah aku
lalui dalam urusan cinta. Dia sengaja memberi kesempatan aku untuk berpikir.
“Benar juga ya Rand dengan apa yang
kamu ucapkan.” Jawabku tenang sambil menganggukkan kepala. Lalu aku melanjutkan
perkataanku.
“Mungkin sekaranglah saatnya aku untuk
mempunyai pacar sebagai tempat berbagi cerita dan bisa menjadi istriku kelak.
Aku tidak mau kesepian dan sakit hati lagi karena terlambat untuk mengungkapkan
perasaanku.”
“Terus apa rencanamu?” tanya Randy
dengan pasti.
“Aku akan mencari waktu yang tepat
untuk mengungkapkan perasaanku ini. sekarang aku merasa yakin kalau aku memang
benar-benar jatuh hati pada Nana.”
“Aku sangat mendukungmu Dick. Aku juga
ikut senang kalau kamu sudah mendapatkan seseorang yang bisa membuatmu bahagia.
Aku juga yakin kalau Nana juga jatuh hati padamu. Perjuangkan cintamu.”
“Terima kasih sekali ya Ran atas sarannya.
Sekarang hatiku lebih tenang dan yakin. Memang cinta harus diperjuangkan.
Sebenarnya dalam hatiku yang paling dalam aku sangat menginginkan seorang
pendamping hidup. Tempat aku mencurahkan segala rasa. Dan bisa menggapai mimpi
bersama.”
Seusai
bicara serius dengan Randy, kami melanjutkan untuk nonton DVD. Kebetulan sore
tadi sepulang kerja Randy menyewa sebuah film holiwood yang lumayan baru.
Kebetulan aku juga belum pernah menonton film itu. Karena filmnya komedi
romantis jadi selagi nonton film kami masih bisa ngobrol sambil bercanda.
Tanpa
terasa waktu sudah memasuki tengah malam. Akupun segera pamit untuk pulang.
Kulihat keluarga Randy sudah sepi. Sudah tak ada orang di ruang keluarga. Dijalan
juga sudah sangat sepi sekali. Hanya ada beberapa orang yang masih berada
diluar rumah. Malam itu langit sangat cerah sekali. Tampak bulan yang masih
separuh menerangi bumi bersama gemerlap bintang yang indah. Aku berjalan
dibawah indahnya malam. Suara alam mengalun begitu indah. Suaasana desa sangat
terasa sekali. Begitu nyaman dan tenang.
Sesampainya
di depan rumah aku menghentikan langkah kakiku. Aku ingin menikmati malam di
halaman rumahku. Kalau hatiku lagi sunyi aku sering mengobatinya dengan duduk
di batu yang berada dihalaman saat malam hari. Terkadang aku membaringkan tubuhku
diatas bangku yang ada dihalaman sambil menatap indahnya malam. Aku kagum
dengan ciptaan Tuhan.
Aku
menuju kebangku, kurebahkan tubuhku dan kutatap bulan dan bintang dilangit.
Malam ini udara tidak begitu dingin. Semilir angin malam berhembus menyejukan
tubuhku. Entah kenapa hati dan jiwaku juga sejuk, sesejuk tubuhku. Mungkin
karena aku sudah menumpahkan segala macam kegalauan hatiku. Yang tertinggal
kini hanya sebuah kedamaian hati.
Aku
mengingat perkataan Randy yang dilontarkan kepadaku.Randy sangat yakin kalau
Nana mempunyai perasaan yang sama kepadaku. Namun tetap saja aku masih belum
bisa mempercayainya. Tapi pernyaataan Randy cukup menguatkan hatiku dan membuatku lebih percaya diri.
Selama ini aku belum mengungkapkan perasaan cintaku kepada wanita. Nanti kalau
aku menyatakan perasaanku dan ternyata Nana hanya biasa saja terus bagaimana
denganku. Pasti aku akan kecewa. Tapi bagaimana bisa tahu kalau tidak
dilakukan. Lagian aku sudah dewasa dan tidak mau main-main soal cinta. Kalaupun
Nana mernerima dan mempunyai perasaan yang sama kepadaku aku tidak ingin
pacaran tapi membina untuk menuju kepernikahan dan jika Nana tidak mempunyai
perasaaan cinta kepadaku, yang penting Nana tahu kalau aku mencintainya.
Kalaupun belum berjodoh itu sudah digariskan oleh Alloh.
Randy
bisa saja bilang kalau aku adalah laki-laki idaman para wanita. Ha.ha. yang di
idamkan apanya. Hidup saja masih ikut orang tua. Pekerjaan juga belum punya.
Tapi andai saja itu benar, ada kemungkina kalau Nana juga suka kepadaku. Semoga
ini bukan hanya harapan kosong. Ah, yang penting aku mencoba dan berusahaa.
Kalau memang sudah taqdir maka semuanya akan terjadi. Lebih baik kulakukan
dengan ucapan bismillah saja semoga ada jalan yang tepat.

0 Response to "Bagian 10 Curhat"
Post a Comment